Belut
Indonesia memang kaya akan sumber protein, terutama protein hewani yang berasal dari sektor perikanan. Salah satu penyuplai protein terbesar dalam sub-sektor perikanan adalah belut (Monopterus Albuz Zeuiew). Selain rasanya yang gurih, kandungan gizi belut juga terbilang tinggi. Hal ini telah dibuktikan oleh beberapa pakar kesehatan yang meneliti kandungan gizi daging belut yang menyatakan bahwa kandungan lemak, kalori, dan protein belut lebih tinggi dari pada telur ayam. Selain itu, kandungan mineralnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi. Hal inilah yang menyebabkan keberadaan hewan licin ini semakin digemari, baik oleh masyarakat dalam maupun luar negeri. Sayangnya, hingga kini permintaan pasar belut belum bisa terpenuhi. Masalah yang berkembang adalah semakin sulitnya mendapatkan belut yang sehat dan berkualitas. Hasil penangkapan dari alam tidak bisa memenuhi permintaan pasar, apalagi penggunaan pestisida pada lahan pertanian sangat berpengaruh pada ekosistem ikan disekitarnya termasuk belut. Melihat hal tersebut diatas sangat diperlukan sebuah langkah nyata untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan memperhatikan keseimbangan alam, salah satunya adalah dengan budidaya.
0 komentar:
Posting Komentar